Ctenocephalides felis merupakan kutu sering ditemukan pada kucing kesayangan kita, yang mempunyai ciri ciri antara lain:
a. Tidak bersayap, memiliki tungkai panjang, dan koksa-koksa sangat besar
b. Tubuh gepeng di sebelah lateral dilengkapi banyak duri yang mengarah ke belakang dan rambut keras
c. Sungut pendek dan terletak dalam lekuk-lekuk di dalam kepala
d. Bagian mulut tipe penghisap dengan 3 stilet penusuk
e. Metamorfosis sempurna (telur-larva-pupa-imago)
f. Telur tidak berperekat, abdomen terdiri dari 10 ruas.
g. Larva tidak bertungkai kecil, dan keputihan
h. Memiliki 2 ktinidia baik genal maupun pronatal
a. Tidak bersayap, memiliki tungkai panjang, dan koksa-koksa sangat besar
b. Tubuh gepeng di sebelah lateral dilengkapi banyak duri yang mengarah ke belakang dan rambut keras
c. Sungut pendek dan terletak dalam lekuk-lekuk di dalam kepala
d. Bagian mulut tipe penghisap dengan 3 stilet penusuk
e. Metamorfosis sempurna (telur-larva-pupa-imago)
f. Telur tidak berperekat, abdomen terdiri dari 10 ruas.
g. Larva tidak bertungkai kecil, dan keputihan
h. Memiliki 2 ktinidia baik genal maupun pronatal
Beda jantan dan betina:
jantan: tubuh punya ujung posterior seperti tombak yang mengarah ke atas, antena lebih panjang dari betina.
betina : tubuh berakhir bulat, antena lebih pendek dari jantan.
jantan: tubuh punya ujung posterior seperti tombak yang mengarah ke atas, antena lebih panjang dari betina.
betina : tubuh berakhir bulat, antena lebih pendek dari jantan.
Ctenocephalides felis jantan
Ctenocephalides felis betina
Siklus hidup:
Telur akan menetas 2-10 hari menjadi larva yang makan darah kering (yang dikeluarkan pinjal dewasa), feses, bahan organik lainnya. Larva juga membuat pupa dengan menyilih 2 kali. Stadium larva berlangsung 1-24 minggu. Pupa dapat hidup selama 1 minggu sampai 1 tahun tergantung faktor lingkungan.
Pinjal ini dapat sebagai hospes intermedier dari Dypillidium caninum, dan menyebabkan gatal dan iritasi pada tubuh hospes (kucing).
siklus hidup Ctenocephalides felis
Gejala klinis
Gejala yang sering nampak dari gigitan Ctenocephalides felis adalah rasa gatal atau dalam dunia veteriner sering disebut dengan allergic fleabite dermatitis.
Gejala yang sering nampak dari gigitan Ctenocephalides felis adalah rasa gatal atau dalam dunia veteriner sering disebut dengan allergic fleabite dermatitis.
Ctenocephalides felis diantara bulu
Diagnosis
Diagnosis Ctenocephalides felis pada kucing dapat dilakukan dengan melihat adanya kotoran seperti butiran pasir diantara bulu kucing, dan biasanya Ctenocephalides felis dapat ditemukan pada daerah yang berbulu lebat seperti pada bagian leher.
- Karena larva dapat hidup pada daerah pembaringan hospes maka kebersihan dan sanitasi lingkungan harus dijaga.
- Menghindari kontak langsung dengan hewan/tempat-tempat yang ada pinjal.
Pengobatan:
Dichlorvos, pyretrum 10%, Malation 5%, Triclorfon 2,5%, Coumaphos 0,5%, Carbaryl.
sumber : www.vet-klinik.com
0 komentar:
Posting Komentar